SATU MEI, MENGANGKAT MARTABAT KERJA
Pada awalnya Satu Mei atau May
Day adalah hari festival tradisional musim semi berbagai negara Eropa. Satu Mei
menjadi hari peringatan buruh semenjak Tahun 1886, ketika terjadi pembantaian
buruh yang sedang memperjuangkan batasan 8 jam sehari kerja. Pada tahun 1955
Gereja Katolik mendedikasikan Satu Mei dalam perlindungan Santo Yusup, pekerja,
sang tukang kayu, ayah dunia bagi Yesus, Sang Penyelamat. Secuil fakta sejarah tersebut mengatakan garis
merah yang sangat jelas, bahwa Satu Mei adalah perayaan martabat manusia dan
martabat kerja bagi manusia.
