Selamat datang di blog kami! Selamat menikmati aktivitas yang kami tuangkan dalam bentuk tulisan. Bila ada pertanyaan seputar aktivitas kami, silakan kirim ke alamat email kami: sekretkasihbangsa@gmail.com. Kunjungi pula situs kami di https://ykbs.or.id - Terima kasih...

Kamis, 19 Oktober 2017

Menjauhi Mentalitas Buruk


Bagi miliaran manusia di seluruh dunia memiliki berbagai aplikasi komunikasi berbasis internet ialah sesuatu yang wajib. Mungkin sebagai sarana kerja, bisnis, memadu kasih, melepas rindu atau sekedar menggunakannya untuk keperluan normal dalam berelasi. Asumsi beberapa orang mungkin mengatakan: Selain sudah popular menjadi tren wajib, aplikasi komunikasi berbasis internet ialah sebuah keharusan karena sudah menjadi bagian dari kebutuhan hidup dasar manusia disamping kebutuhan pokok lain seperti sepatu, pakaian, minyak wangi, sepeda motor. Bahkan dengan berjalannya waktu, alat itu telah menyerupai kebutuhan yang lebih fundamental seperti makan, minum susu, tidur lelap, lari di malam hari, melakukan yoga, berdoa dan sebagainya. Suatu hal yang mungkin wajar sebagai wujud dari perkembangan alat komunikasi manusia semenjak kiprah telegraf  dan telephone.

Rabu, 18 Oktober 2017

SOLIDARITAS

Solidaritas menurutku adalah nilai yang tertanam dalam hati dan menggerakkan orang untuk peduli pada sesamanya. Dimulai dari rasa empati yaitu keprihatinan akan situasi atau kondisi sesama lalu berbuah pada tindakan. Beberapa kali dalam kisah mujijat dalam Injil dimulai dari rasa belas kasihan Yesus terhadap orang yang dijumpai. Dia lalu berbuat sesuatu untuk membebaskan orang itu dari penderitaannya.

Rabu, 11 Oktober 2017

Pekerja Anak dan Kemiskinan Kota.



Sore, pulang dari sekretariat, aku mampir membeli bensin di pom bensin Jalan Bromo. Seperti biasanya aku melihat beberapa anak menawarkan buku mewarnai kepada yang membeli bensin. Pemandangan yang pasti terlihat tiap sore hari di pom tersebut.

Aku bertanya dalam hati setiap kali melihat mereka, koq anak-anak ini setiap sore selalu ada disini ya? Suatu ketika aku sempat bertanya kepada petugas pom di mana orang tua mereka.  Ada di warung seberang pom, sahutnya.

Sabtu, 30 September 2017

Di Balik Mall dan Flyover



Inilah ceritaku, cerita tentang pengalaman pertama bertemu dengan adik-adik dampingan Sanggar Merah Merdeka di dekat stasiun Wonokromo. Aku datang dengan harapan bisa turut mendampingi anak-anak di daerah itu dalam belajar. Karena pengalaman pertama, aku ingin tampil sedikit rapi dari biasanya, baju kumasukkan sisiran serapi mungkin, jenggot dikerok habis. Jreng..jreng… mulus dan rapi. Sayang tidak ada minyak wangi untuk melengkapi penampilan pertamaku hehe…. Sesampai di tempat pendampingan, ooww…bagaimana ngomongnya ya, emm.. bisa dibilang ini adalah awal yang sulit untuk memulai kegiatan. Aku datang dalam bayanganku sendiri yang khas tentang kegiatan pendampingan belajar. Aku tidak membayangkan bahwa anak-anak itu belajar diantara tumpukan barang bekas yang menggunung. Aku tidak membayangkan bahwa di daerah ini sulit sekali mencari tempat yang “layak” untuk mendampingi anak-anak bermain dan mengerjakan pekerjaan rumah. Aku hanya diam dan mengamati sekeliling saja. Di ujung sana ada dua bak truk sampah yang belum diangkut ke pembuangan akhir. Anak-anak yang datang menyalamiku tak kuingat wajahnya karena pikiranku sedang melayang karena tidak habis pikir.

Selasa, 12 September 2017

SUATU SORE DI BULAN PUASA

Sore itu aku diajak beberapa teman untuk ikut buka puasa bersama. Bagiku ini bukan hal baru, sebab sudah sering aku ikut atau mengadakan berbuka puasa bersama. Tetapi biasanya di rumah makan, hotel atau tempat-tempat makan yang lain. Beberapa kali aku juga mengadakan buka puasa bersama di aula gereja. Kali ini aku ikut berbuka puasa bersama di sebuah masjid yang sangat besar. Sebetulnya letak masjid ini hanya beberapa meter saja dari sebuah gereja paroki. Tetapi aku yakin bahwa belum pernah satu romo pun dari pastoran itu yang datang dan masuk ke masjid ini. Meski mungkin sudah ratusan kali melewati depan masjid ini.

Kamis, 24 Agustus 2017

Days in Diocese Surabaya Asian Youth Day 2017 as Liaison Officer

Aku tidak pernah membayangkan untuk dapat bergabung dalam kepanitiaan sebesar ini. Sedikit pengantar, aku bukan anak muda yang aktif dalam kegiatan Orang Muda Katolik (OMK) ataupun kegiatan di paroki. Datang ke gereja setiap minggu, yah itu yang saya lakukan. Belum ada keberanian bagi saya untuk ikut ambil bagian dalam pelayanan di paroki. Hingga akhirnya, November 2016 lalu saya memberanikan diri untuk ikut dalam kegiatan OMK Paroki Kelahiran Santa Perawan Maria. Dari situlah, semua ini berawal.

Selasa, 15 Agustus 2017

Antara Kemangi dan Kenikir



Kethut adalah keponakanku. Ia hanya lulus SMP. Sehari-hari ia kerja di ladang dan membantu orang tua memelihara ternak. Ia terkenal sebagai anak rajin. Dari kecil ia biasa membantu bapaknya yang berprofesi sebagai tukang batu sepulang sekolah. Terlihat hasil kerja keras dan ketelatenannya dalam bekerja dalam bentuk sepeda motor 160 cc yang ia tunggangi sekarang. Handphone di sakunya pun tergolong kelas mahal. Sepeda motor dan HP canggihnya melengkapi penampilan dia saat berlebaran seperti saat ini. Penampilan yang patut mendapat apresiasi karena sepeda motor  dan HP itu ia peroleh karena keuletan dia dalam bekerja sebagai buruh tani dan kuli batu. Tak seperti kebanyakan pemuda lain yang tampil mentereng tapi semuanya didapat dari kerja keras orang tuanya.