Sebenarnya
kau punya pilihan hidup yang lebih baik.
Kau juga pasti punya kesempatan hidup yang lebih layak.
Tapi mengapa kau memilih hal yang sulit?
Duduk diam mendengar celaan sambil menanti laju kereta api.
Kau juga pasti punya kesempatan hidup yang lebih layak.
Tapi mengapa kau memilih hal yang sulit?
Duduk diam mendengar celaan sambil menanti laju kereta api.
Saat yang
kau tunggu datang, kau tutup semua jalur penyebrangan.
Saat yang kau tunggu datang, kau larang setiap orang yang menghalanginya.
Kau sambut kedatangannya dengan tubuh bungkukmu yang selalu kau paksa tegap.
Kau sambut kedatangannya dengan getar langkah kaki mengayun perlahan namun pasti.
Dengan senyum lebar di wajah keriput, kedatangannya bahagia kau sambut.
Saat yang kau tunggu datang, kau larang setiap orang yang menghalanginya.
Kau sambut kedatangannya dengan tubuh bungkukmu yang selalu kau paksa tegap.
Kau sambut kedatangannya dengan getar langkah kaki mengayun perlahan namun pasti.
Dengan senyum lebar di wajah keriput, kedatangannya bahagia kau sambut.
