Kamis, 24 Oktober 2024
“Kaum Muda Harus Lebih Banyak Bersyukur….” Pengalaman Mengikuti Temu Kaum Muda Vinsensian 2024 Di Malang
Senin, 21 Oktober 2024
DARE TO SERVE WITH LOVE: TKMV 2024 JABODETABEK – BANDUNG – LAMPUNG
TKMV Jakarta 2024 ini merupakan TKMV pertama kali yang diadakan di Jakarta yang dihadiri oleh 150 Kaum Muda Vinsensian dari daerah Jabodetabek, Bandung, dan Lampung. Acara TKMV Jakarta ini dikatakan berhasil dari kacamata saya sebagai ketua panitia karena berdasarkan hasil form evaluasi peserta terhadap acara, banyak peserta yang memberikan ulasan positif terhadap acara TKMV ini. Di balik berhasilnya Acara TKMV Jakarta ini ada 50 panitia yang bekerja keras sekiranya selama 4 bulan untuk menyiapkan acara TKMV ini. 50 Panitia tersebut berasal dari Kaum Muda yang terdapat dalam 2 Paroki di Jakarta yaitu Kaum Muda Gereja Salib Suci dan Kaum Muda Gereja Fransiskus Xaverius.
Sabtu, 12 Oktober 2024
Misi Umat di Padang Agoda, Papua Barat
Perjalanan misi saya di Papua Barat ini merupakan pengalaman yang sangat lengkap dan penuh kesan. Saya ikut dalam kegiatan misi umat yang diadakan oleh Paroki Kristus Terang Dunia, Tofoi, di bawah koordinasi Romo Due CM. Pada tanggal 28-30 September 2024, kami melaksanakan misi umat di Stasi Santo Patrisius, daerah Padang Agoda, Distrik Sumuri. Ada 13 orang yang berpartisipasi dalam misi ini, terdiri dari Romo, suster, serta beberapa teman dari OMK (Orang Muda Katolik). Tim kami dibagi menjadi empat kelompok, dan saya berada satu tim dengan Suster Helena PK sebagai koordinator, bersama dua teman dari OMK.
Sebelum berangkat, kami berkumpul di pastoran untuk mengatur kendaraan menuju Stasi Santo Patrisius. Perjalanan memakan waktu sekitar 2-3 jam. Kami terbagi dalam dua rombongan: para Romo, suster, dan teman-teman OMK perempuan naik mobil, sementara OMK laki-laki menggunakan sepeda motor. Setibanya di Stasi Patrisius, kami disambut dengan hangat oleh umat setempat. Setelah perkenalan, kami dibagi ke rumah-rumah umat untuk menginap. Saya, Romo Due CM, dan Bryan, teman OMK, ditempatkan di rumah Bapak Yosep Dian, sementara teman-teman lainnya menginap di rumah umat yang berbeda.

