Selamat datang di blog kami! Selamat menikmati aktivitas yang kami tuangkan dalam bentuk tulisan. Bila ada pertanyaan seputar aktivitas kami, silakan kirim ke alamat email kami: sekretkasihbangsa@gmail.com. Kunjungi pula situs kami di https://ykbs.or.id - Terima kasih...
Tampilkan postingan dengan label Mariyedi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mariyedi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Mei 2024

Perjalanan yang penuh dengan keajaiban dan tantangan menghiasi Turnei Pekan Paskah ke Stasi Fruata, Riendo, dan Mariyedi

Saat memasuki pekan Paskah dalam perjalanan misi saya di Papua Barat ini. saya ditugaskan oleh Romo Due, Romo Due adalah Romo Kepala Paroki Kritus Terang Dunia Tofoi. saya ditugaskan untuk menemani Romo Dago bersama Suster Elenora untuk melakukan pelayanan misa di tiga stasi yang jauh dari Paroki Tofoi, yaitu Stasi Fruata, Riendo, dan Maryedi. Meskipun jaraknya dekat satu sama lain, perjalanan menuju ke tiga stasi ini tak bisa dianggap remeh. Dalam perjalanan itu, Romo serta Suster menggunakan perahu viber dengan Pace Anis motoris andalan. Sementara itu, saya dan Wilden memilih perjalanan darat dengan motor. Wilden adalah salah satu OMK Kristus Terang Dunia Tofoi yang biasanya ikut membantu perjalanan Turnei bersama Romo dan Suster. Meskipun banyak yang mengatakan bahwa perjalanan menuju Fruata sangat berat karena medan lumpur yang sulit, tekad kami tak tergoyahkan. Setelah melewati tantangan berat di jalan kilo, kami akhirnya sampai di Stasi Yaru, tempat bertemunya dua kelompok kami. Namun, petualangan sesungguhnya baru saja dimulai. Dari Yaru, kami melanjutkan perjalanan menuju Fruata, melewati jalan aspal panjang di tengah hutan yang memakan waktu lebih dari dua jam. Kami berempat Tiba di Fruata pada pukul 18.00 WIT, kami segera mandi, makan, dan beristirahat untuk mempersiapkan diri untuk pelayanan misa Minggu Palma esok paginya. Umat di Stasi Fruata begitu ramah dan hangat, membuat kami merasa diterima dengan baik. Namun, petualangan sebenarnya baru saja dimulai. Kami masih harus melanjutkan perjalanan ke Stasi Riendo dan Maryedi untuk melaksanakan pelayanan misa selanjutnya.