Siang ini benar-benar panas. Padahal
baru sekitar jam 10.00 pagi. Gereja St Vincentius A Paulo (SVAP) sepi, paska
pengeboman yang terjadi di tiga Gereja tanggal 13 Mei 2018 yang lalu. Aku
sejenak duduk di bangku panjang sebelah pos satpam sambil menunggu anakku yang sedang
ke kantor sekretariat gereja. Sepi sekali. Hanya ada seorang karyawan dan
seorang satpam menjaga gereja. Di poliklinik juga hanya terlihat ada dua pasien
saja.
Pintu gerbang gereja hari ini
ditutup semua demi keamanan. Untuk keluar masuk hanya bisa melalui satu pintu
saja demi kemananan bersama, mengingat pengeboman kemarin aksesnya cukup dekat
dengan gereja SVAP. Sambil menunggu, aku sempat berbincang-bincang dengan pak
satpam masalah teror bom kemarin.
