Meskipun agak
bingung dan beberapa kali kesasar, aku tetap bertekad mencari alamat ini. Aku sangat
rindu dengan dia, orang luar biasa yang pernah kukenal di jagad ini. Ini bukan
Surabaya tapi daerah wisata di Malang yang pastinya aku tidak hafal dengan kelok-kelok
jalannya. Tapi puji Tuhan akhirnya kutemukan rumah itu juga.
Seorang wanita baya kuning
langsat dan tetap cantik menyambutku. Rupanya dia ingat dengan teman masa
kecilnya ini. Ina namanya. Meskipun ramah, keterbelakangan mentalnya tetap
kelihatan. Aku dihantar ke kamarnya. Disana terbaring Mbok Sum yang lumpuh
karena usianya yang sudah sangat sepuh. Wah Mbok Sum juga masih ingat padaku.
Ya karena beliau penjahit langganan Eyang Putriku. Eyang selalu cocok bila
kebayanya dijahit oleh Mbok Sum.
