Dulu aku pernah selama beberapa tahun menjadi
seorang vegetarian. Semula aku bukan seorang vegetarian. Saat berkumpul dengan
anak-anak jalanan dan kaum miskin aku sering merasa prihatin. Mereka sering
berebut sisa-sisa daging ayam yang masih menempel di tulang yang mereka ambil
dari sampah sebuah mall. Istilah kami hoyen. Pernah juga melihat bagaimana
seorang anak memegang satu tusuk sate dengan nasi satu piring. Dia hanya
menjilat bumbu sate dan menggigit kecil dagingnya setiap kali menyuap nasi,
sehingga satu tusuk sate itu cukup untuk lauk makan nasi satu piring.
Pengalaman-pengalaman itu membuatku memutuskan untuk menjadi seorang
vegetarian. Aku tidak makan daging, ikan, telor dan minum susu seperti banyak
anak miskin yang sering kutemui.
