Tadi saat di bandara aku makan di gerai KFC, ini bukan pamer atau
bahkan promosi warung ayam goreng. Aku memilih makan disini, sebab rasa dan
harga sama dengan di tempat yang lain. Di bandara makanan dan minuman harganya
dapat berlipat ganda. Kopi satu sachet dalam gelas kecil harganya Rp 20.000,
padahal kalau di warung pinggir jalan hanya Rp 5.000 aja. Rasa makanan pun
sering kurasa aneh. Maka lebih baik makan di tempat yang sudah pasti rasa dan
harganya sehingga tidak membuatku kecewa dengan harga dan rasa yang tidak
sesuai bayanganku.
Tampilkan postingan dengan label globalisasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label globalisasi. Tampilkan semua postingan
Rabu, 12 April 2017
Jumat, 06 Desember 2013
NYALAKANLAH HARAPANMU!
Bu Sukinah sedang menyalakan api di “luweng”nya, (luweng=tempat memasak yang terbuat dari tanah). Ia mau menanak nasi. Kedua cucunya yang masih kecil sudah lapar. Mereka harus cepat diberi makan. Ia agak sedikit jengkel dengan api di luwengnya karena sebentar-sebentar mati. Berulang kali ia meniup-niup apinya, berharap akan ada bara pada potongan kayu baloknya. Maklum, kayu yang dipakai tidak benar-benar kering. Beberapa potong kayu itu diperoleh dari tetangganya yang baru merenovasi rumah. Potongan kayu-kayu itu tidak terpakai lagi. Daripada dibuang, Bu Sukinah mengambilnya untuk digunakan sebagai kayu bakar. Apa yang mau dibuang orang, justru diambil dan diterima sebagai berkah baginya.
Langganan:
Postingan (Atom)

