Selamat datang di blog kami! Selamat menikmati aktivitas yang kami tuangkan dalam bentuk tulisan. Bila ada pertanyaan seputar aktivitas kami, silakan kirim ke alamat email kami: sekretkasihbangsa@gmail.com. Kunjungi pula situs kami di https://ykbs.or.id - Terima kasih...
Tampilkan postingan dengan label harapan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label harapan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Februari 2018

MAK, KAPAN BAPAK PULANG?

“Mak apa lebaran ini bapak pulang?” tanya seorang anak sambil menatap perempuan separo banyak yang sibuk menjahit. Perempuan itu diam. Tangannya terus bergerak memasukkan jarum ke kain. Menarik dan memasukkan kembali.
“Maaak,”
“Ya mak dengar,”
“Apa lebaran ini bapak pulang?”
“Entahlah,” jawabnya acuh.
“Lebaran kemarin emak bilang kalau lebaran ini bapak pulang,”
“Emak sudah lupa apa pernah mengatakan itu,” sahut emak diplomatis.
“Ya.” Sahut anak kecil itu. “Emak bilang kalau lebaran depan bapak pulang.”
“Emak kan bilang lebaran depan.” Perempuan itu menatap wajah anaknya sejenak.
“Berarti kan lebaran ini,”
“Ah lebaran kan masih banyak.” Sahut emaknya, “Bisa lebaran tahun depan atau tahun depan lagi.”
“Lalu lebaran kapan bapak akan pulang?”
“Emak nggak tahu.”

Kamis, 18 Februari 2016

Sampah oh sampah...



SAMPAH... Apa yang pertama kali terlintas di pikiran kita jika mendengar kata sampah? Apakah bau? Kotor? Menjijikkan? Tidak berguna?

Beberapa hari yang lalu aku sedang berjalan menyusuri gang yang ada di depan tempat kosku, dari arah jalan besar hendak menuju kos. Saat aku sedang berjalan tiba-tiba tercium bau busuk yang sangat menyengat. Menusuk tajam hidungku sampai mau muntah rasanya. Aku langsung menahan nafas. Huuufff....

Ternyata tak jauh didepanku kulihat sebuah gerobak sampah yang penuh dengan sampah sedang diparkir di pinggir jalanan gang. Aku percepat langkahku.  Ketika aku hendak masuk kedalam kos, kulihat bak sampah yang ada di depan kos sudah kosong, hanya meninggalkan bau busuk yang juga tak kalah menyengat dari gerobak sampah tadi. Ternyata sampah-sampah yang sudah membusuk itu sudah diangkut oleh bapak sampah yang barusan kulihat gerobaknya diparkir di pinggir jalanan gang tadi. Aku pun cepat-cepat membuka pintu pagar sambil menahan nafas. Sampai mau meledak rasanya dada ini. Nggak tahan banget dengan baunya. Sampah oh sampah...baumu benar-benar bikin mau muntah...

Jumat, 03 Juli 2015

"Yang Terhormat", Mengapa?



Aku duduk bersila, berhimpitan dengan yang lain di ruangan ini. Bukan ruangan sebenarnya. Setengah terbuka. Persis di pinggir kali. Sebagian  duduk di tengah jalan sempit beralas koran dan kardus. Lampu tidak seberapa terang. Asap rokok mengepul dan melayang. Segera menghilang dari pandangan begitu mencapai udara terbuka. Seperti itulah asa yang tersisa di hati mereka. Kira-kira.

Kutatap satu persatu wajah-wajah di sini. Wajah-wajah lelah. Marah. Tegang. Berpengharapan hanya setengah. Mungkin malah kurang dari itu. Itu pun kalau masih tersisa.  Apa yang ada di benak mereka? Apalagi kalau bukan ancaman penggusuran….

Jumat, 06 Desember 2013

NYALAKANLAH HARAPANMU!


Bu Sukinah sedang menyalakan api di “luweng”nya, (luweng=tempat memasak yang terbuat dari tanah). Ia mau menanak nasi. Kedua cucunya yang masih kecil sudah lapar. Mereka harus cepat diberi makan.  Ia agak sedikit jengkel dengan api di luwengnya karena sebentar-sebentar mati. Berulang kali ia meniup-niup apinya, berharap akan ada bara pada potongan kayu baloknya. Maklum, kayu yang dipakai tidak benar-benar kering. Beberapa potong kayu itu diperoleh dari tetangganya yang baru merenovasi rumah. Potongan kayu-kayu itu tidak terpakai lagi. Daripada dibuang, Bu Sukinah mengambilnya untuk digunakan sebagai kayu bakar. Apa yang mau dibuang orang, justru diambil dan diterima sebagai berkah baginya.