Hari masih pagi. Tampak
beberapa pedagang kecil membawa kursi dan meja bergegas menuju pasar sirih
pinang di pinggir jalan. Dari jauh serombongan massa bergerak menuju jalan,
berteriak memecah kesunyian pagi yang indah. Mereka bergerak begitu cepat, lalu
menghilang di pertigaan jalan. Hanya suara teriakan saja yang terdengar.
Beberapa saat kemudian, massa semakin banyak meluap ke jalan. Saya
bergegas mengambil kamera dan tas kecil saya menuju jalan. Massa bergerak di
jalan, tampak di baris paling depan adalah beberapa wajah yang saya
kenal, mereka terus berteriak dan berkata “tidak ada makanan di pulau
ini, bagaimana kami bisa hidup”. Saya memilih pergi ke pinggir jalan berdiri
bersama dengan Emanual, salah satu umat yang menjual makananya di pingir jalan.
Perlahan-lahan mereka bergerak ke arah kami. Tatkala itu seorang
pejabat keluar dari Hotel berpakain rapih, mencoba menghentikan mereka. Namun
mereka bergerak menuju dia dan berteriak agar pemerintah secepatnya
mendatangkan bahan makanan. Salah satu diantara mereka berkata bahwa “mengapa
pemerintah hanya duduk diam saja, lakukan sesuatu untuk kami. Jangan hanya menginap
di hotel saja sedangkan kami masyarakat miskin tetap menderita. Lihatlah
anak-anak kami, sudah tidak dapat ke sekolah lagi.
