Saat
misa di sebuah stasi aku melihat ada seorang ibu duduk di bangku paling depan.
Tubuhnya gemuk dan pendek. Dia menggendong seorang bayi. Dia tersenyum padaku.
Aku merasa pernah melihat wajahnya. Tapi aku lupa dimana pernah melihatnya?
Sesekali aku menatap wajahnya sambil terus mengingatnya. Tetapi tetap tidak
ingat. Apakah sebuah deja vu? Ibu muda itu membaptiskan anaknya yang baru
berumur sebulan. Saat aku membaptis anaknya dia menatap dan tersenyum padaku.
Aku pun tersenyum padanya.
Selesai
misa seorang umat mengajakku untuk memberi sakramen perminyakan pada seorang
bapak yang terkena stroke. Setelah selesai sakramen perminyakan tuan rumah
menghidangkan kopi dan topuk (kue terbuat dari tepung ketan yang
digoreng). Dengan diterangi cahaya pelita kecil, kami duduk di lantai menikmati
topuk dan kopi hangat. Beberapa orang bercerita tentang para romo jaman
dulu. Terkadang aku hanya tersenyum-senyum sambil berusaha meraba apa yang
mereka bicarakan, saat mereka berbicara menggunakan bahasa daerah.
