Selamat datang di blog kami! Selamat menikmati aktivitas yang kami tuangkan dalam bentuk tulisan. Bila ada pertanyaan seputar aktivitas kami, silakan kirim ke alamat email kami: sekretkasihbangsa@gmail.com. Kunjungi pula situs kami di https://ykbs.or.id - Terima kasih...
Tampilkan postingan dengan label Arti Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arti Hidup. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Agustus 2020

Suatu Malam Di Restoran

Di suatu siang, kakak iparku menghubungiku dan mengajakku untuk menemaninya mencari kado untuk kakakku yang sedang berulang tahun pada hari itu. Maka sorenya, segera setelah aku sampai di rumah sepulang kerja, aku segera mandi dan bersiap lalu menunggu kakak iparku datang menjemput.

Sekitar pukul 17.30 kami meluncur menuju ke gereja St. Maria Tak Bercela untuk terlebih dahulu mengikuti misa harian sesuai permintaan kakak iparku. Mungkin di hari yang juga bertepatan dengan hari ulang tahun pernikahan mereka yang kedua belas itu, kakak iparku mempunyai ujub doa khusus yang ingin didoakan dalam perayaan ekaristi. Lalu, setelahnya kami segera meluncur menuju Plaza Tunjungan untuk mencari barang yang akan dijadikan kado. Setelah berputar-putar sekitar 1 jam, kami tidak menemukan barang yang cocok. Lalu kakak iparku mengajak untuk berpindah tempat ke Galaxy Mall padahal waktu sudah menunjukkan pukul 20.00 dan mataku sudah terasa berat dan perutku sudah meraung-raung minta diisi. Apa boleh buat, aku hanya bisa menuruti saja.

Kamis, 05 Maret 2020

Dalam Kesederhanaan, Menemukan Arti Hidup


Siang itu pukul 11.20 WIB, matahari bersinar dengan teriknya. Dari kejauhan becak berwarna biru dan kuning nampak bergerak di Jalan Merdeka Barat, Malang. Dikayuh oleh Pak Mulyadi (62) seorang laki-laki bertubuh kurus dengan hanya memakai celana pendek krem dan baju batik berwarna biru. Pak Mul (demikian ia biasa disapa) mengayuh dari arah Selatan, kemudian merapatkan becaknya di trotoar jalan, di sisi sebelah Barat dari alun-alun Malang.

Dengan agak payah Pak Mul  yang asli kelahiran Sukun, Malang, turun dari sadel becaknya dan beranjak duduk di dalam becaknya untuk beristirahat. Sambil beristirahat Pak Mul mengambil botol minum yang dibawanya dari rumah dan mulai meminumnya.