Selamat datang di blog kami! Selamat menikmati aktivitas yang kami tuangkan dalam bentuk tulisan. Bila ada pertanyaan seputar aktivitas kami, silakan kirim ke alamat email kami: sekretkasihbangsa@gmail.com. Kunjungi pula situs kami di https://ykbs.or.id - Terima kasih...
Tampilkan postingan dengan label Sungai Melawi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sungai Melawi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Februari 2016

BINGUNG



Aku duduk di sebuah balok sebesar pelukan orang dewasa yang melintang dekat bibir sungai. Sinar matahari sore tertutup mendung yang menggantung sejak siang. Angin yang kuat berhembus di sepanjang sungai Melawi yang berwarna coklat susu. Entah barapa ratus kubik sampah dari hutan, kebun dan manusia yang terendam di dalamnya. Sesekali tampak balok-balok besar hanyut terbawa arus sungai. Pada saat awal musim hujan seperti ini banyak balok, potongan-potongan kayu, ranting dan sampah dari hutan memenuhi sungai Melawi, sehingga sungai menjadi keruh. Kekeruhan sungai diperparah dengan semakin banyaknya hutan yang gundul sehingga terjadi erosi dan banyaknya penambang emas dalam sungai yang mengaduk-aduk dasar sungai, sehingga air sungai penuh pasir. Tetapi meski keruh air sungai tetap digunakan oleh ribuan penduduk sepanjang tepi sungai untuk mandi, mencuci dan minum. Apalagi saat ini semakin banyak anak sungai yang jernih airnya hilang akibat ditimbun untuk kepentingan perkebunan atau menjadi sama keruhnya akibat penambangan emas yang berada di darat.

Kamis, 08 Mei 2014

MENJADI GURU DAN TEMAN BAGI ANAK-ANAK....



Anak-anak Asrama Putera Serawai sedang belajar di aula
Hari pertama mengajar di SMP Bukit Raya tanggal 13 Februari 2008. Wuihhhh…….. ini adalah pengalaman mengajar di depan umum yang pertama. Apalagi anak yang aku hadapi anak SMP. Deg-degan rasanya.

SMP Bukit Raya yang terletak di Kecamatan Serawai adalah tempatku berkarya sebagai anggota MAVI selama beberapa tahun. SMP Bukit Raya adalah SMP tertua di wilayah jalur Sungai Melawi dan sampai sekarang adalah satu-satunya SMP Katolik di daerah hulu Sungai Melawi ( bulan September 2012 ini SMP Bukit Raya berusia 50 tahun).

Beberapa hal yang aku lakukan untuk menyemangati anak-anak belajar di kelas (walaupun mereka energik tetapi saat belajar harus ada bunyi “brak” dulu baru mereka konsen mendengarkan. Secara intelektual, mereka termasuk kelas yang rata-rata kepandaiannya) adalah memberi kesempatan menggambar dan menempelkan gambarnya di dinding kelas, mengajak makan bersama setiap Senin pagi dengan bekal masing-masing, mengajak mereka untuk mengeluarkan pendapat dan memecahkan masalah bersama, mengajak untuk peduli dengan teman atau keluarga teman yang sakit, serta mengajak mereka membuat doa spontan. Beberapa cara yang aku lakukan adalah adaptasi dari buku Toto Chan dan implementasi hasil kunjungan beberapa hari di SD Mangunan Yogyakarta.