Siang itu aku diajak beberapa teman untuk datang ke rumah
seseorang yang istrinya baru 4 hari lalu melahirkan anak perempuan. Setelah
mengobrol kesana kemari dan makan rujak, gado-gado dan beragam kue, akhirnya
sekitar pukul 2 siang kami mohon diri. Sebelum pulang tuan rumah memintaku
untuk mendoakan anaknya yang baru lahir. Aku tertegun sejenak. Seriuskah orang
ini memintaku untuk berdoa bagi putrinya yang baru lahir? Dengan suara yang
tenang dan pelan dia mengatakan bahwa semakin banyak orang mendoakan maka akan
semakin baik. Akan semakin banyak berkatnya. Aku pun lalu masuk ke kamar bayi
dan mendoakan secara Katolik.
Tampilkan postingan dengan label berkat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berkat. Tampilkan semua postingan
Kamis, 09 November 2017
Rabu, 03 September 2014
Pohon Jeruk Mbah Min.
Hari ini hari
Minggu, ibu membangunkanku lebih pagi, yang sebenarnya aku masih ngantuk ingin terus
tidur toh sabtu aku sudah ikut misa kudus. Ibu terus memanggilku lebih keras membuatku
terpaksa bangun. Kata ibu aku sudah ditunggu langgananku. Aku keluar ingin melihat
siapa yang dimaksud ibu dengan langgananku. Oh... ternyata di depan rumah ada Mbah
Min yang sudah duduk dengan santai di lantai sambil menikmati klobotnya. Kusapa
mbah Min dan dia tersenyum. Aku bergegas ke dapur mengambil makan pagi untuk mbah
Min karena ibu dan bapak sudah berangkat ke gereja. Seperti biasa mbah Min
tidak langsung makan bahkan lebih suka dibungkus untuk makan di perjalanan. Pagi
ini aku banyak berbincang dengan mbah Min. Ya, aku memang sangat sayang padanya.
Dia berjanji minggu depan akan membawakanku pohon jeruk nipis. Katanya di halaman
rumahnya banyak pohon jeruk. Dia berjanji akan mencangkokkan untukku, karena dia
tau aku sangat suka tanaman.
Langganan:
Postingan (Atom)

