Siang itu aku diajak beberapa teman untuk datang ke rumah
seseorang yang istrinya baru 4 hari lalu melahirkan anak perempuan. Setelah
mengobrol kesana kemari dan makan rujak, gado-gado dan beragam kue, akhirnya
sekitar pukul 2 siang kami mohon diri. Sebelum pulang tuan rumah memintaku
untuk mendoakan anaknya yang baru lahir. Aku tertegun sejenak. Seriuskah orang
ini memintaku untuk berdoa bagi putrinya yang baru lahir? Dengan suara yang
tenang dan pelan dia mengatakan bahwa semakin banyak orang mendoakan maka akan
semakin baik. Akan semakin banyak berkatnya. Aku pun lalu masuk ke kamar bayi
dan mendoakan secara Katolik.
