Selamat datang di blog kami! Selamat menikmati aktivitas yang kami tuangkan dalam bentuk tulisan. Bila ada pertanyaan seputar aktivitas kami, silakan kirim ke alamat email kami: sekretkasihbangsa@gmail.com. Kunjungi pula situs kami di https://ykbs.or.id - Terima kasih...
Tampilkan postingan dengan label Laudato Si. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Laudato Si. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Oktober 2020

Berbicara tentang Lingkungan Hidup, bukan sekedar Penghijauan


Gereja Katolik mengakui alam semesta dianugerahkan Allah kepada manusia untuk dipelihara dan diolah. Inilah pondasi bagi etika lingkungan Gereja (bdk. Thompson, 2010, hlm. 157. KASG art. 473). Dalam ensiklik Caritas in Veritate, Paus Benediktus XVI mengingatkan,

“Manusia secara legitim mempunyai sebuah tanggung jawab mengelola alam, untuk dapat melindunginya, menikmati buahnya, dan mengembangkannya dalam cara-cara baru, dengan bantuan teknologi yang maju, sehingga alam dapat dengan layak mengakomodasi dan memberi makan populasi dunia. Di dunia ini terdapat ruang yang cukup untuk setiap orang: di sini seluruh keluarga besar umat manusia harus mendapatkan sumber daya [baginya] untuk hidup bermartabat, melalui bantuan alam itu sendiri – karunia Tuhan bagi anak-anakNya – dan melalui kerja keras dan kreativitas. Pada saat yang sama, kita harus mengenali tugas berat kita untuk menurunkan dunia ini kepada generasi-generasi yang akan datang di dalam kondisi bahwa mereka juga dapat dengan layak tinggal di dalamnya dan terus mengembangkannya.” (art. 50).

Senin, 20 Juni 2016

BUMI SEBAGAI RUMAH BERSAMA

Dengan semakin maraknya persoalan sosial yang diakibatkan oleh aktivitas manusia yang dengan sengaja merusak alam demi memuaskan nafsu konsumsi yang tak terbatas, membuat usaha-usaha untuk membendung arus kerusakan alam tak bisa ditahan-tahan lagi. Disadari bahwa meski sampai hari ini usaha-usaha itu telah dilakukan banyak pihak, terutama kelompok-kelompok pemerhati lingkungan, namun nanpaknya tidak cukup. Begitu cepatnya laju kerusakan alam membuat usaha pencegahan seperti aforestasi dan rehabilitasi lahan kritis oleh masyarakat maupun tanggung jawab reforestasi oleh korporasi ibarat balapan antara sepeda pancal dan pesawat jet.