Alam
mempunyai bahasa tersendiri untuk mengungkapkan suatu misteri. Misteri itu
dapat dimengeri dan dipahami, tatkala hati membuka diri untuk melihat bahasa
alam. Mungkin inilah yang harus dipelajari dari saat ke saat. Hari itu, saya
dengan pastoral team hendak berangkat
ke beberapa kampung untuk mengirim bantuan makanan bagi para korban bencana
banjir. Beberapa anak muda membantu kami untuk mengangkat bahan makanan
dari rumah menuju tepi pantai. Namun, tanpa kami ketahui ban gerobak bocor.
Gerobak dorong ini dipakai untuk menarik speed boat dari rumah kami
menuju tepi pantai. Segera saya mencari tempat service ban, namun tempat
service ban di Pulau Daru, Province Barat, Papua New Guinea bukanlah hal
yang gampang ditemukan. Setelah mencari beberapa tempat, mereka mengatakan
kepadaku bahwa tidak ada tempat service ban disini. Saya kembali ke
rumah dan duduk sejenak di pintu rumah, sambil berpikir apa yang dapat saya
lakukan? Jimmy, salah satu pastoral agen mendekatiku dan berkata bahwa
kami dapat menyewa gerobak dorong orang lain untuk menarik speed boat
ke tepi pantai, meskipun dengan biaya yang sangat mahal. Saya tidak keberatan,
karena berpikir bahwa kampung-kampung dimana terjadi banjir sedang menderita
dan membutuhkan makanan. Jadi bagi saya tidak ada kompromi dengan urusan ini.
Tampilkan postingan dengan label Papua. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Papua. Tampilkan semua postingan
Jumat, 09 Oktober 2015
Rabu, 02 April 2014
Kisah tentang Sekolah…
Kala itu di sebuah dok kampung. Di
mulut muara ke laut. Di pesisir pantai barat Papua. Tempat yang asing bagiku
pada mulanya. Yang tak pernah bisa kubayangkan sebelumnya. Tapi, entah kenapa,
seolah rajin hadir dalam impian. Berada di tempat ini menjadi semacam God’s
gift yang tak henti kusyukuri.
Dok lagi ramai. Banyak anak.
Keluarga mengantar dan menemani mereka. Sebagian anak bermain dan berlari ke
sana ke mari. Yang lain duduk-duduk sendiri. Seperti melamun. Ada pula yang
lagi ngobrol dengan orang tuanya. Tas-tas besar dan kardus berbagai ukuran
bertumpukan dan bergeletakan di sana sini.
Mereka lagi nunggu longboat. Sebuah
perahu kayu agak panjang dengan motor tempel 15 PK atau 40 PK. Perjalanan
panjang sedang menanti. Kurang lebih tiga sampai empat jam, cerita mereka. Kota
kabupaten adalah tujuannya.
Kamis, 28 November 2013
Cerita dari Tofoi
Suatu saat ada yang bertanya "Romo, bagaimana di Tofoi?
Apakah jalan-jalan sudah baik? Apakah listrik sudah ada?". Saya hanya bisa
menjawab: "hehehe… Indonesia sudah merdeka tetapi di Tofoi ini listrik dan
transportasi belum merdeka. Listrik masih nebeng perusahaan dan jam 11 malam
sudah mati. Jalan sama sekali belum ada yang bau aspal hahahaha.... padahal Papua
ini pulau kaya raya dengan berbagai macam tambang".
Langganan:
Postingan (Atom)


