Selamat datang di blog kami! Selamat menikmati aktivitas yang kami tuangkan dalam bentuk tulisan. Bila ada pertanyaan seputar aktivitas kami, silakan kirim ke alamat email kami: sekretkasihbangsa@gmail.com. Kunjungi pula situs kami di https://ykbs.or.id - Terima kasih...
Tampilkan postingan dengan label Papua. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Papua. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Oktober 2015

"Berjalan dengan Hati"



Alam mempunyai bahasa tersendiri untuk mengungkapkan suatu misteri. Misteri itu dapat dimengeri dan dipahami, tatkala hati membuka diri untuk melihat bahasa alam. Mungkin inilah yang harus dipelajari dari saat ke saat. Hari itu, saya dengan pastoral team hendak berangkat ke beberapa kampung untuk mengirim bantuan makanan bagi para korban bencana banjir.  Beberapa anak muda membantu kami untuk mengangkat bahan makanan dari rumah menuju tepi pantai. Namun, tanpa kami ketahui ban gerobak bocor. Gerobak dorong ini dipakai untuk menarik speed boat dari rumah kami menuju tepi pantai. Segera saya mencari tempat service ban, namun tempat service ban di Pulau Daru, Province Barat, Papua New Guinea bukanlah hal yang gampang ditemukan. Setelah mencari beberapa tempat, mereka mengatakan kepadaku bahwa tidak ada tempat service ban disini. Saya kembali ke rumah dan duduk sejenak di pintu rumah, sambil berpikir apa yang dapat saya lakukan? Jimmy, salah satu pastoral agen mendekatiku dan berkata bahwa kami dapat menyewa gerobak dorong  orang lain untuk menarik speed boat ke tepi pantai, meskipun dengan biaya yang sangat mahal. Saya tidak keberatan, karena berpikir bahwa kampung-kampung dimana terjadi banjir sedang menderita dan membutuhkan makanan. Jadi bagi saya tidak ada kompromi dengan urusan ini.

Rabu, 02 April 2014

Kisah tentang Sekolah…



Kala itu di sebuah dok kampung. Di mulut muara ke laut. Di pesisir pantai barat Papua. Tempat yang asing bagiku pada mulanya. Yang tak pernah bisa kubayangkan sebelumnya. Tapi, entah kenapa, seolah rajin hadir dalam impian. Berada di tempat ini menjadi semacam God’s gift yang tak henti kusyukuri.

Dok lagi ramai. Banyak anak. Keluarga mengantar dan menemani mereka. Sebagian anak bermain dan berlari ke sana ke mari. Yang lain duduk-duduk sendiri. Seperti melamun. Ada pula yang lagi ngobrol dengan orang tuanya. Tas-tas besar dan kardus berbagai ukuran bertumpukan dan bergeletakan di sana sini.

Mereka lagi nunggu longboat. Sebuah perahu kayu agak panjang dengan motor tempel 15 PK atau 40 PK. Perjalanan panjang sedang menanti. Kurang lebih tiga sampai empat jam, cerita mereka. Kota kabupaten adalah tujuannya.

Kamis, 28 November 2013

Cerita dari Tofoi



Suatu saat ada yang bertanya "Romo, bagaimana di Tofoi? Apakah jalan-jalan sudah baik? Apakah listrik sudah ada?". Saya hanya bisa menjawab: "hehehe… Indonesia sudah merdeka tetapi di Tofoi ini listrik dan transportasi belum merdeka. Listrik masih nebeng perusahaan dan jam 11 malam sudah mati. Jalan sama sekali belum ada yang bau aspal hahahaha.... padahal Papua ini pulau kaya raya dengan berbagai macam tambang".